Welcome to my world

Selamat datang di blog Dewi, semoga bermanfaat :)

Believe :)

Believe :)

Senin, 22 September 2014

"Di setiap pembelajaran selalu ada hal yang baru kita ketahui"

Seperti hal baru yang aku dapatkan ketika belajar Bahasa Arab..
Materi yang diajarkan ketika itu tentang ilmuwan-ilmuwan muslim.
Hal yang baru aku ketahui adalah bahwa ternyata metode eksperimental pertama kali dalam sejarah peradaban duniaber ada di tangan kaum muslimin.
Beberapa ilmuwan muslim yang berkontribusi ialah :
Jabir bin Hayyan --> Ahli Kimia terbesar yang pertama kali meletakkan dasar metode eksperimental. Beliau juga seorang Apoteker di Kufah. Karya-karyanya antara lain  Kitabus Sabi'in dan Kitaabul Khowas
Abu Bakar Ar-Razi --> Beliau adalah ilmuwan yang pertama kali memproduksi asam sulfur
Ibnu Hassan --> Perintis dalam pembangunan metode eksperimental dalam bidang fisika, Beliau juga yang pertama kali menemukan ilmu cahaya.
Al-Biruni --> Beliaulah yang pertama kali melakukan pengukuran terhadap dimensi-dimensi bumi, penjelasan terhadap gerhana matahari dan pendiskusian tentang argumen-argumen mengenai bentuk bumi yang bulat dan perputarannya mengelilingi matahari serta mengelilingi porosnya. Selain itu, beliau juga menciptakan teropong untuk meneropong bintang dan planet.
Ar-Razi --> Beliau dijuluki sebagai pemimpin para dokter karena pengetahuannya yang luas tentang ilmu kedokteran, dimana sebelumnya belum ada yang mengetahui hal itu.
Ibnu Nafis --> Beliau adalah orang yang pertama kali menemukan sistem peredaran darah pada tubuh manusia, termasuk di dalamnya peredaran darah di paru-paru dan seluruh tubuh. Beliau juga yang memperkenalkan ilmu anatomi tubuh.

Selain yang tersebut di atas, terdapat pula ilmuwan yang berkontribusi dalam bidang Matematika, mereka ialah Ibnu Jabir Al-Battani, Musa Ibnu Syakir dan Al Biruni.

Nah! Setelah mengetahui hal tersebut di atas, tentunya kita sebagai generasi muda islam memiliki tanggung jawab yang besar atas kejayaan Islam. Salah satunya adalah di bidang pendidikan. Melalui pembelajaran ini kita jadi tahu bahwa ternyata banyak dari ilmuwan muslim yang menjadi perintis dan peletak dasar dari ilmu-ilmu yang berkembang hingga sekarang ini. Tentunya telah menjadi kewajiban kita untuk melanjutkan perjuangan yang telah beliau-beliau bangun. Padahal pada zaman dahulu akses untuk menuntut ilmu tidak semudah zaman sekarang, namun mereka masih memiliki semangat yang tinggi untuk terus mempelajari alam ini. Dengan zaman yang serba modern ini, maka tak pantaslah bagi kita untuk bermalas-malasan dalam mencari ilmu. Kita dapat dengan mudahnya mengakses berbagai ilmu yang kita butuhkan. Bahkan tak hanya itu, kadang justru ilmu itu yang datang pada kita.Lantas, ALASAN apalagi yang dapat menghalangi kita untuk gigih berjuang dalam menuntut ilmu ?

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" 

Rihlah Sejarah

Minggu, 14 September 2014

HaiHai.. kembali lagi di rihlah sejarah (yeay)
Pada rihlah sejarah kali ini kita akan melakukan perjalanan kembali ke ratusan tahun yang lalu.
Mungkin, tidak banyak yang mengenal wanita yang satu ini. Seorang pahlawan bahkan laksamana wanita pertama di dunia, yang dengan armadanya dapat mengalahkan armada Cornelis De Houtman. Bahkan Cornelis De Houtman tewas di tangannya pada pertempuran satu lawan satu di geladak kapal pada 11 September 1959. MALAHAYATI, itulah nama laksamana wanita ini,  ia berasal dari Kesultanan Aceh, dengan Ayahnya yang bernama Laksamana Mahmud Syah. Sedangkan kakeknya yang juga seorang laksamana bernama Laksamana Muhammad Said Syah Putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M.
Nama aslinya ialah Keumala Hayati. Banyak catatan orang asing seperti China, Eropa, Arab, India yang mengakui kehebatan Malahayati . Di Indonesia, dia memang tidak sepopuler Cut Nyak Dien, namun oleh peneliti barat, Malahayati disejajarkan dengan Semiramis, Permaisuri Raja
Babilonia dan Katherina II, Kaisar Rusia. Ia pernah memimpin sebuah Laskar Inong Balee yang merupakan pasukan khusus yang terdiri dari para janda yang ditinggal mati syahid suaminya.termasuk Malahayati sendiri, yang ditinggal mati suaminya pada usia muda. Karena pada dasarnya perempuan Aceh bukanlah perempuan yang cengeng, mereka bangga apabila ada anggota keluarganya yang mati syahid. Adapun maksud dibentuknya laskar tersebut adalah agar para janda tersebut tidak menuntut balas kematian suaminya. Mereka memiliki benteng yang terletak di Teluk Kreung Raya. Benteng tersebut digunakan sebagai tempat pendidikan 2000 janda anggota Inong Balee.
Masih banyak kehebatan-kehebatan Malahayati lainnya, termasuk bagaimana ia mengalahkan Cornelis de Houtman dan termasuk kisah bagaimana Mahkamah Amstredam menjatuhkan hukuman denda kepada Paulus Van Caerden sebesar 50.000 gulden yang harus dibayarkan kepada kerajaan Aceh.
Nama Malahayati sendiri kini diabadikan sebagai nama jalan di berbagai wilayah di Indonesia, nama pelabuhan di daerah Teluk Kreung Raya, selain itu juga terdapat dalam nama salah satu kapal pernag dan universitas di Bandar Lampung.
Nantikan kisah Rihlah Sejarah selanjutnyaaa J
Semoga Bermanfaat J



refresh~

Minggu, 07 September 2014


I believe that everything's gonna be OKAY :)

Entah

Menurutku, semua orang punya pandangan masing-masing. Dan tentunya setiap orang memiliki alasan yang kuat atas pandangannya tersebut. Lalu, bagaimana bisa orang lain mengatakan itu salah atau benar? Belum tentu yang benar menurut yang satu, juga benar menurut yang lain. Lantas, pantaskah kita menjudge orang atas dasar pemikiran kita sendiri? Pantaskah kita memaksa orang untuk mengikuti kita?
Memang, mungkin menurut kita, hal itu benar dan baik, maka kita mengajak pada hal tersebut. Namun, perlu ditekankan kembali, setiap orang punya pandangan dan pemikiran masing-masing. Kita tidak bisa seenaknya memaksa bahkan menjudge pandangan seseorang itu salah. Karena pada dasarnya ada hal yang tidak kita ketahui namun diketahui oleh orang lain. Dan itu menjadi alasan terkuat serta logis baginya.
Misalnya, ada sebuah kasus tentang shalat. Menurut si A, shalat harus menjadi prioritas utama. Jika adzan sudah dikumandangkan, maka berhentilah segala hal yang dilakukan dan langsung melaksanakan shalat. Namun menurut si B, jika hal yang dilaksanakan itu sangat mendesak,apalagii berkaitan dengan ilmu, maka boleh saja menyelesaikan hal tersebut dahulu. Nah, disini A mengatakan “kalo menurutku sih itu SALAH, kan blablabla”.. hmmm, bagi si B yang memiliki dasar yang kuat atas pandangannya tersebut, merasa terjudge dan kesal dengan perkataan si A. Bagaimana tidak? Dengan seenaknya saja si A mengatakan hal itu SALAH. Padahal dia tidak tahu apaapa.. untuk itu, si B memilih diam menanggapinya.

Bagaimana menurut Anda?