HaiHai.. kembali lagi di rihlah sejarah (yeay)


Pada rihlah sejarah kali ini kita akan melakukan perjalanan
kembali ke ratusan tahun yang lalu.
Mungkin, tidak banyak yang mengenal wanita yang satu ini.
Seorang pahlawan bahkan laksamana wanita pertama di dunia, yang dengan
armadanya dapat mengalahkan armada Cornelis De Houtman. Bahkan Cornelis De
Houtman tewas di tangannya pada pertempuran satu lawan satu di geladak kapal
pada 11 September 1959. MALAHAYATI, itulah nama laksamana wanita ini, ia berasal dari Kesultanan Aceh, dengan
Ayahnya yang bernama Laksamana Mahmud Syah. Sedangkan kakeknya yang juga
seorang laksamana bernama Laksamana Muhammad Said Syah Putra dari Sultan
Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M.
Nama aslinya ialah Keumala Hayati. Banyak catatan orang
asing seperti China, Eropa, Arab, India yang mengakui kehebatan Malahayati . Di
Indonesia, dia memang tidak sepopuler Cut Nyak Dien, namun oleh peneliti barat,
Malahayati disejajarkan dengan Semiramis, Permaisuri Raja
Babilonia dan Katherina II, Kaisar Rusia. Ia pernah memimpin sebuah Laskar Inong Balee yang merupakan pasukan khusus yang terdiri dari para janda yang ditinggal mati syahid suaminya.termasuk Malahayati sendiri, yang ditinggal mati suaminya pada usia muda. Karena pada dasarnya perempuan Aceh bukanlah perempuan yang cengeng, mereka bangga apabila ada anggota keluarganya yang mati syahid. Adapun maksud dibentuknya laskar tersebut adalah agar para janda tersebut tidak menuntut balas kematian suaminya. Mereka memiliki benteng yang terletak di Teluk Kreung Raya. Benteng tersebut digunakan sebagai tempat pendidikan 2000 janda anggota Inong Balee.
Babilonia dan Katherina II, Kaisar Rusia. Ia pernah memimpin sebuah Laskar Inong Balee yang merupakan pasukan khusus yang terdiri dari para janda yang ditinggal mati syahid suaminya.termasuk Malahayati sendiri, yang ditinggal mati suaminya pada usia muda. Karena pada dasarnya perempuan Aceh bukanlah perempuan yang cengeng, mereka bangga apabila ada anggota keluarganya yang mati syahid. Adapun maksud dibentuknya laskar tersebut adalah agar para janda tersebut tidak menuntut balas kematian suaminya. Mereka memiliki benteng yang terletak di Teluk Kreung Raya. Benteng tersebut digunakan sebagai tempat pendidikan 2000 janda anggota Inong Balee.
Masih banyak kehebatan-kehebatan Malahayati lainnya,
termasuk bagaimana ia mengalahkan Cornelis de Houtman dan termasuk kisah
bagaimana Mahkamah Amstredam menjatuhkan hukuman denda
kepada Paulus Van Caerden sebesar 50.000 gulden yang harus dibayarkan kepada
kerajaan Aceh.
Nama Malahayati sendiri kini
diabadikan sebagai nama jalan di berbagai wilayah di Indonesia, nama pelabuhan
di daerah Teluk Kreung Raya, selain itu juga terdapat dalam nama salah satu
kapal pernag dan universitas di Bandar Lampung.
Nantikan kisah Rihlah Sejarah
selanjutnyaaa J
Semoga Bermanfaat J
0 komentar:
Posting Komentar