Rabu, 8 Oktober 2014
Ada yang istimewa di hari ini.. Pertama kalinya gerhana
bulan di IC. Bahkan mungkin juga jadi yang terakhir.
Hari itu pelajaran biologi, di sela-sela pelajaran, Bu Guru
bilang, ntar malem ada gerhana bulan yaa. Kayaknya kalian bakal shalat
gerhana..
Lalu, kubuka facebook, ada seseorang yang ngepost di suatu
group yang aku ikuti.. intinya, dia ngasih tau kalo malam ini ada gerhana
bulan, dia juga menjelaskan secara detail fase-fase gerhana bulan itu sendiri. Dan
yang paling penting, dia ngasih tau tata cara shalat gerhana yang baru pertama
kali aku tahu.. intinya, shalat dua rakaat terus rukuknnya dua kali di
masing-masing rakaat. Disitu juga dikatakan di setiap malam gerhana dianjurkan
untuk memperbanyak mengingat Allah, shalat, bersedekah dan memohon ampun.
Nah, malamnya, di masjid abis shalat maghrib aku
nunggu-nunggu kapan shalatnya, lalu Syeikh memberitahu bahwa akan melaksanakan shalat gerhana..
Syeikh juga menjelaskan tatacara shalatnya, mirip dengan yang aku baca di
facebook…
Lalu, kami jamaah masjid, melaksanakan shalat gerhana. Nah, ketika
shalat itu aku berada di samping ibu-ibu
yang tak ku ketahui namanya. Seusai sujud yang pertama, aku mendengar isakan
dari ibu itu. Sedikit membuatku tidak khusyuk, tapi membuatku sadar, bahwa
betapa besar dosaku terhadapNya. Karena itulah aku secara tiba-tiba ikut
menangis. Mnangisi segala dosa yang telah kuperbuat. Astaghfirullahal’adziim…
Acara dilanjutkan dengan sedikit tausiyah dari guru asrama,
yang inti tausiyahnya mengajak kita untuk senaniasa berdzikir, membaca Al-Qur’an
dan bersedekah.
Oia, hampir lupa.. aku juga melihat ibu itu begitu lembut
sama anaknya ( ibu itu datang bersama anak dan suaminya ).. lalu, seusai shalat
isya’ aku masih memperhatikanibu itu. Dan yang membuatku kagum, ibu itu
memberikan mukenanya kepada salah satu temanku.. Hmmm,ibu itu sangat
mengamalkan apa yang dianjurkan (dalam hal ini bersedekah), *pengen deh,pada
saatnya nanti jadi ibu yang seperti ibu itu, bahkan lebih baik, aamiin*
Lampiran
:
Tata
Cara Teknis Shalat Gerhana
- Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat.
- Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku` dan 2 sujud. Dalil yang melandasi hal tersebut adalah: Dari Abdullah bin Amru berkata, “Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, orang-orang diserukan untuk shalat “As-shalatu jamiah”. Nabi melakukan 2 ruku` dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku` untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. . Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu berkata,”Belum pernah aku sujud dan ruku` yang lebih panjang dari ini.” (HR. Muttafaqun alaihi)
- Lebih utama bila pada rakaat pertama pada berdiri yang pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat seperti Al Baqarah dalam panjangnya. Sedangkan berdiri yang kedua masih pada rakaat pertamadibaca surat dengan kadar sekitar 200-an ayat, seperti Ali Imran. Sedangkan pada rakaat kedua pada berdiri yang pertama dibaca surat yang panjangnya sekitar 250-an ayat, seperti An-Nisa. Dan pada berdiri yang kedua dianjurkan membaca ayat yang panjangnya sekitar 150-an ayat seperti Al-Maidah.
- Disunnahkan untuk memanjangkan ruku` dan sujud dengan bertasbih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik pada 2 rukuk dan sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku` dan sujud pada rakaat kedua.
Yang
dimaksud dengan panjang disini memang sangat panjang, sebab bila dikadarkan
dengan ukuran bacaan ayat Al-Quran, bisa dibandingkan dengan membaca 100, 80,
70 dan 50 ayat surat Al-Baqarah. Panjang rukuk dan sujud pertama pada rakaat
pertama seputar 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku` dan sujud kedua dari
rakaat pertama seputar 80 ayat surat Al-Baqarah. Dan seputar 70 ayat untuk
rukuk dan sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud dan rukuk terakhir sekadar
50 ayat.
Dalilnya
adalah hadits shahih yang keshahihannya telah disepakati oleh para ulama
hadits.
Dari
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata,”Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat
panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku` sangat panjang
lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang
pertama. Lalu ruku` lagi tapi sedikit lebih pendek dari ruku` yang pertama. Kemudian
beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sidikit
lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku` panjang namun sedikit lebih
pendek dari sebelumnya…. (Muttafaqun Alaihi).
Sumber : http://www.fimadani.com/tatacara-shalat-gerhana-kusuf-dan-khusuf/
0 komentar:
Posting Komentar