Welcome to my world

Selamat datang di blog Dewi, semoga bermanfaat :)

Believe :)

Believe :)

Rihlah Sejarah

Senin, 02 Juni 2014


SUPERSEMAR. . 
SUPER = BESAR
SEMAR = Nama tokoh wayang di Jawa
eits, jangan keliruu, yang dimaksud SUPERSEMAR disini yaitu SUPERSEMAR yang sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia.
Supersemar adalah singkatan dari SUrat PERintah SEbelas MARet.Berdasarkan versi buku-buku sejarah surat ini merupakan surat perintah dari Presiden Soekarno kepada Letnan Soeharto-yang ketika itu menjadi Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban- yang dikeluarkan pada tanggal 11 Maret 1966. Surat ini berisi mandat kepada Letnan Soeharto untuk mengatasi situasi yang buruk ketika itu dan mengembalikannya pada kondisi aman dan tertib.
Menurut buku Sejarah Indonesia Modern karangan M.C Ricklets , peristiwa ini diawali oleh sebuah pertemuan kabinet di Jakarta. Ketika itu ada pasukan penyerang tak dikenal yang mengepung Istana-tempat dilaksanakannya pertemuan-. Mengetahui hal itu Bung Karno pergi ke Bogor ditemani oleh Subandrio dan Chaerul Saleh. Kemudian tiga orang Jendral utusan Soeharto pergi menyusul Bung Karno ke Bogor dan membujuknya untuk menandatangani dokumen yang memberi Soeharto kekuasaan penuh atas nama Revolusi. Singkat cerita, dengan kekuasaan yang akhirnya dimandatkan kepadanya ini, Soeharto menghancurkan sisa-sisa Demokrasi Terpimpin. Sebenarnya Soekarno marah, namun tak mampu berbuat apa-apa.
Apa sih yang istimewa dari SUPERSEMAR ini ?
Selain namanya yang unik, SUPERSEMAR juga memiliki keistimewaan lain. Diantaranya adalah surat perintah ini memiliki banyak versi yang hingga sekarang masih dicari tahu dimana keberadaan versi aslinya.
Mengutip dari salah satu media massa online Indonesia :
Keberadaan naskah Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar yang asli sampai saat ini masih misterius.
Kepala Pusat Jasa Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Binner Sitompul mengungkapkan, surat bersejarah itu hingga kini belum ditemukan.

"Kami telah melakukan pengujian terhadap empat naskah Supersemar yang ada saat ini, tapi keempat-empatnya belum ada yang asli," katanya usai acara sosialisasi Undang-undang No.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan di Tuapejat, Senin (17/3).

Ia menjelaskan, hasil uji forensik tanda tangan pada dokumen/arsip oleh Puslabfor Bareskrim Mabes Polri pada 31 Juli 2012 terkait naskah Supersemar menyebutkan, tanda tangan atas nama Soekarno adalah bukan tanda tangan original atau tarikan langsung, tetapi hasil produk cetak.

Selain itu, ujarnya, lambang Burung Garuda, isi dokumen, dan tanda tangan
merupakan hasil produk cetak yang sama.

Binner mengatakan, sesuai dengan amanat UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, ANRI berwenang melakukan autentikasi arsip statis dengan dukungan pembuktian secara ilmiah. Hanya, pihaknya tetap mengharapkan peran dari berbagai pihak untuk mencari naskah Supersemar yang asli tersebut.

"Ini menyangkut kebenaran sejarah bangsa Indonesia, maka keaslian naskah Supersemar itu memang sudah saatnya dicari oleh semua pihak," Katanya. Ia mengatakan, pihak ANRI tidak bisa memastikan apakah naskah Supersemar asli hilang atau sengaja dihilangkan, namun diyakini naskah asli Supersemar memang ada.

"Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya pidato Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966 yang juga menyebut soal Supersemar dan juga adanya pernyataan mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono pada saat wawancara sejarah lisan di ANRI tanggal 26 April 2008 menyebutkan bahwa dia menyebutkan bahwa Supersemar ada," terangnya.

Jadi hingga saat ini, SUPERSEMAR menjadi salah satu dari sekian sejarah Indonesia yang belum terungkapkan. 

( Dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang versi SUPERSEMAR ini, dikarenakan belum menemukan sumber referensi yang terpercaya. Meskipun telah melakukan sedikit studi pustaka di Perpus MAN Insan Cendekia Serpong. Karena kebanyakan buku hanya membahas peristiwa SUPERSEMAR itu sendiri )

0 komentar:

Posting Komentar