Judul :
Dalam Mihrab Cinta ( The Romance )
Penulis :
Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit :
Ihwah Publishing House
Tahun terbit : 2010
Tebal buku :
270 Halaman
Harga :
Rp 50.000,-
Novel yang berjudul Dalam Mihrab Cinta (
The Romance ) ini adalah novel karya Habiburrahman El-Shirazy. Pria kelahiran
Semarang, 30 September 1976 ini adalah
novelis No.1 Indonesia yang dinobatkan oleh Insani Mahasiswa UNDIP Semarang.
Beliau merupakan seorang lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dan
beberapa karya beliau diangkat dalam layar lebar dan sinetron termasuk Dalam
Mihrab Cinta ( The Romance ) ini, juga telah diangkat ke layar lebar.
Novel-novel karyanya tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di tapi
juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong ,Taiwan dan Australia.
Beberapa karyanya adalah Ayat-Ayat Cinta (telah
dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajdah Cinta (telah disinetronkan
Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona
Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta
Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta,
(2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna
Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.
Dalam Mihrab Cinta ( The Romance )ini merupakan penyempurnaan dari novel Dalam
Mihrab Cinta versi sebelumnya yang bersambung.
Novel ini menceritakan kisah hidup
tokoh utama, Syamsul Hadi. Syamsul adalah seorang anak dari saudagar batik di
Kota Pekalongan. Seusai lulus SMA, ia memilih untuk melanjutkan pendidikan di
pesantren. Padahal ada dua perguruan tinggi di Semarang yang menawarinya
beasiswa karena ia tergolong anak yang
pandai. Orang tuanya pun tidak menyetujui rencananya masuk pesantren. Mereka
bahkan sudah menyiapkan uang untuk Syamsul jika saja ia mau kuliah. Namun, ia
bersikeras untuk tetap masuk pesantren karena menurutnya nyantri di ponpes
merupakan tantangan yang mengasyikkan baginya. Dalam perjalanan mencari
pesantren, ia bertemu dengan Zizi, putri dari pemilik Pondok Pesantren
Al-Furqan, Pagu, Kediri. Ia mendapatkan beberapa saran pondok pesantren dari
Zizi. Syamsul Hadi mencoba semua saran
Zizi, dan ia memilih Pondok Pesantren Al-Furqan karena sesuai dengan keinginannya. Di
pesantren tersebut prestasi Syamsul cukup gemilang. Ia dengan cepat mengejar ketertinggalannya dan banyak
kemajuan-kemajuan yang dicapainya. Kehidupan tidaklah selalu berjalan mulus.
Burhan (teman sekamar Syamsul) tidak suka dengan kemajuan-kemajuanyang dicapai
Syamsul. Muncullah niat untuk memfitnah Syamsul, dengan fitnah temannya itu
Syamsul digunduli dan dihajar oleh seluruh penghuni pesantren. Ia juga
dikeluarkan secara tidak hormat dari pesantren. Syamsul yang merasa terzalimi,
bersaha meyakinkan pada seluruh penghuni pesantren dan juga kepada keluarganya.
Namun, tiada yang percaya karena memang ia tak memiliki bukti. Akhirnya ia
pergi tanpa tujuan yang pasti. Dalam ketidakpastian ini, banyak kejadian
memilukan yang ia alami. Mulai dari menjadi copet, tidur di masjid, menjadi
guru ngaji, hingga menjadi dai ternama. Di akhir cerita, Syamsul Hadi akan
menikah dengan Silvie, temannya selama ia mengajar ngaji sekaligus korban
copetnya. Namun, Silvie meninggal sehari
sebelum pernikahannya. Akhirnya, Syamsul menikah dengan Zizi yang
ternyata telah lama memendam rasa pada Syamsul.
Novel ini menjabarkan kisah hidup
tokoh utama mulai dari sisi kelamnya, hingga kebangkitan hidupnya. Juga
mengangkat kehidupan pesantren, serta menghadirkan dua sosok wanita solehah di tengah-tengah
pelaku utama.
Kang Abik (panggilan akrab
Habiburrahman ) mengangkat konflik yang berbeda dari yang lain dalam novel ini.
Gaya bahasa yang digunakan lugas dan mudah dimengerti. Isi novel ini pun mampu
memperkenalkan adab pergaulan secara islam bagi para pembaca lewat kehidupan
para santri.
Sayangnya, ending novel ini sangat mudah ditebak. Penulis terlalu menjurus
pada kehidupan tokoh utama daripada pada kisah cintanya. Padahal, judulnya
sendiri Dalam Mihrab Cinta.
Novel ini cocok dibaca bagi para
remaja, khususnya remaja muslim. Adab pergaulan yang diperkenalkan dalam novel
ini dapat dijadikan bimbingan bagi kita para remaja muslim. Selain itu, kisah
hidup memilukan Syamsul Hadi juga dapat dijadikan pelajaran. Bahwa roda
kehidupan selalu berputar. Ada kalanya kita berada di bawah, ada kalanya pula
kita berada diatas. Tinggal bagaimana caranya kita mengambil sikap dengan kedua
keadaan tersebut. Sikap yang diambil oleh tokoh utama dalam novel ini juga
dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. Kisah cinta dua wanita pada tokoh
utama mampu memberikan kita gambaran bagaimana mencintai seseorang dan
bagaimana bersabar atas perasaan itu. Selamat menikmati kisah romantisme ini !
Oleh : Dewi Ayu Setiyaningsih
0 komentar:
Posting Komentar