Welcome to my world

Selamat datang di blog Dewi, semoga bermanfaat :)

Believe :)

Believe :)

RESENSI ~~

Kamis, 12 Juni 2014

KISAH ROMANTIS nan MEMILUKAN
Judul                     : Dalam Mihrab Cinta ( The Romance )
Penulis                  : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit                : Ihwah Publishing House
Tahun terbit          : 2010
Tebal buku           : 270 Halaman
Harga                   : Rp 50.000,-

Novel yang berjudul Dalam Mihrab Cinta ( The Romance ) ini adalah novel karya Habiburrahman El-Shirazy. Pria kelahiran Semarang,  30 September 1976 ini adalah novelis No.1 Indonesia yang dinobatkan oleh Insani Mahasiswa UNDIP Semarang. Beliau merupakan seorang lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dan beberapa karya beliau diangkat dalam layar lebar dan sinetron termasuk Dalam Mihrab Cinta ( The Romance ) ini, juga telah diangkat ke layar lebar. Novel-novel karyanya tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di tapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong ,Taiwan dan Australia. Beberapa karyanya adalah  Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajdah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem. Dalam Mihrab Cinta ( The Romance )ini merupakan penyempurnaan dari novel Dalam Mihrab Cinta versi sebelumnya yang bersambung.
Novel ini menceritakan kisah hidup tokoh utama, Syamsul Hadi. Syamsul adalah seorang anak dari saudagar batik di Kota Pekalongan. Seusai lulus SMA, ia memilih untuk melanjutkan pendidikan di pesantren. Padahal ada dua perguruan tinggi di Semarang yang menawarinya beasiswa karena  ia tergolong anak yang pandai. Orang tuanya pun tidak menyetujui rencananya masuk pesantren. Mereka bahkan sudah menyiapkan uang untuk Syamsul jika saja ia mau kuliah. Namun, ia bersikeras untuk tetap masuk pesantren karena menurutnya nyantri di ponpes merupakan tantangan yang mengasyikkan baginya. Dalam perjalanan mencari pesantren, ia bertemu dengan Zizi, putri dari pemilik Pondok Pesantren Al-Furqan, Pagu, Kediri. Ia mendapatkan beberapa saran pondok pesantren dari Zizi.  Syamsul Hadi mencoba semua saran Zizi, dan ia memilih Pondok Pesantren Al-Furqan  karena sesuai dengan keinginannya. Di pesantren tersebut prestasi Syamsul cukup gemilang. Ia dengan  cepat mengejar ketertinggalannya dan banyak kemajuan-kemajuan yang dicapainya. Kehidupan tidaklah selalu berjalan mulus. Burhan (teman sekamar Syamsul) tidak suka dengan kemajuan-kemajuanyang dicapai Syamsul. Muncullah niat untuk memfitnah Syamsul, dengan fitnah temannya itu Syamsul digunduli dan dihajar oleh seluruh penghuni pesantren. Ia juga dikeluarkan secara tidak hormat dari pesantren. Syamsul yang merasa terzalimi, bersaha meyakinkan pada seluruh penghuni pesantren dan juga kepada keluarganya. Namun, tiada yang percaya karena memang ia tak memiliki bukti. Akhirnya ia pergi tanpa tujuan yang pasti. Dalam ketidakpastian ini, banyak kejadian memilukan yang ia alami. Mulai dari menjadi copet, tidur di masjid, menjadi guru ngaji, hingga menjadi dai ternama. Di akhir cerita, Syamsul Hadi akan menikah dengan Silvie, temannya selama ia mengajar ngaji sekaligus korban copetnya. Namun, Silvie meninggal sehari  sebelum pernikahannya. Akhirnya, Syamsul menikah dengan Zizi yang ternyata telah lama memendam rasa pada Syamsul.
Novel ini menjabarkan kisah hidup tokoh utama mulai dari sisi kelamnya, hingga kebangkitan hidupnya. Juga mengangkat kehidupan pesantren, serta menghadirkan  dua sosok wanita solehah di tengah-tengah pelaku utama.
Kang Abik (panggilan akrab Habiburrahman ) mengangkat konflik yang berbeda dari yang lain dalam novel ini. Gaya bahasa yang digunakan lugas dan mudah dimengerti. Isi novel ini pun mampu memperkenalkan adab pergaulan secara islam bagi para pembaca lewat kehidupan para santri.
Sayangnya, ending novel ini sangat mudah ditebak. Penulis terlalu menjurus pada kehidupan tokoh utama daripada pada kisah cintanya. Padahal, judulnya sendiri Dalam Mihrab Cinta.

Novel ini cocok dibaca bagi para remaja, khususnya remaja muslim. Adab pergaulan yang diperkenalkan dalam novel ini dapat dijadikan bimbingan bagi kita para remaja muslim. Selain itu, kisah hidup memilukan Syamsul Hadi juga dapat dijadikan pelajaran. Bahwa roda kehidupan selalu berputar. Ada kalanya kita berada di bawah, ada kalanya pula kita berada diatas. Tinggal bagaimana caranya kita mengambil sikap dengan kedua keadaan tersebut. Sikap yang diambil oleh tokoh utama dalam novel ini juga dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. Kisah cinta dua wanita pada tokoh utama mampu memberikan kita gambaran bagaimana mencintai seseorang dan bagaimana bersabar atas perasaan itu. Selamat menikmati kisah romantisme ini !



Oleh : Dewi Ayu Setiyaningsih

0 komentar:

Posting Komentar